Hari pertama ku mengenakan seragam. Hari pertamaku berjalan kaki bersama mama. Hari pertamaku merasakan jenjang pendidikan pertama. Sangat senang merasakan nya. Berjalan bersama mama membawa bekal air minum berwarna orange yang berisikan Nutrisari rasa jeruk didalamnya.
Serasa ingin meempercepat langkah untuk segera melihat bagaimana sekolah itu.Akankah aku mendapatkan teman disana. Akan kah sikap penakut ku akan hilang ketika bertemu banyak orang. Seakan masih banyak pertanyaan lagi yang berada di otakku ini.Tapi yang past aku akan segera mncapai tujuanku. Bermain bersama teman-temanku.
Alangkah indahnya senangnya bisa bermain ayunan bersama, bermain perosotan bersama.Bermain jungkat jungkit, dan mungkin masih banyak lagi permainan yang akan kulakun.
Namun itu hanyalah sebuah banyangan indah. Harus di lalui untuk mengetahuinya.
Hari pertama penyesuain.Hari kedua Beradaptasi.Hari ke tiga mulai berkenalan.Hari ke emapat meencoba mengakrabkan diri. Hingga sebulan pertama. sebulan kedua hingga berlangsung tiga bulan untuk bisa akrab dengan beberapa teman.
Kamis, 19 April 2012
Selasa, 17 April 2012
Chapter Four
Sekarang waktunya untuk pindah. Aku kini menginjak umur 3 setengah tahun. Saatnya untuk bersekolah. Mungkin menurut ayah dan mama aku cukup cerdas untuk di masukan sekolah.Tapi tidak buatku.Aku sungguh iri melihat teman sebayaku masuk ke sekolah.Aku iri , kenapa mereka bermain disekolah tetapi aku hanya bermain bersama kakek dan nenek saja.Melihat sapi. Pergi ke pelabuhan melihat kapal. Karena memang tempat tinggal kakek dan nenek berada di sekitar area pelabuhan.
Ayah memutuskan untuk mengontrak rumah . Mencari daerah yang dekat dengan tempat aku bersekolah. Sedangkan mama mumutuskan untuk berhenti mengajar. Mama memang memilih dirumah mungkin untuk mengurusiku bersekolah. Dan Mungkin juga untuk lebih dekat denganku. Karena selama hampir 3 tahun aku diasuh oleh kakek nenek dan tetanggaku.
Rumah Kontrakan yang cukup indah buatku. Pagar putih nampak dari depan. Meskipun menurutku rumah itu sedikit sempit dari tempat tinggal nenek dan kakek ,tapi bagiku rumah itu bak sebuah istana. Istana untuk mengawali hidup ini menjadi lebih baik lagi. Awal dari sebuah kisah keluarga yang utuh. Dimana ada Kepala keluarga yang sibuk mencari kerja dan sang pendampingnya disibukkan dengan mengurus rumah. dan sang anak pun menuntut ilmu.
Sungguh senang rasanya memiliki keluarga yang utuh. dan sungguh senang memiliki keluarga baru. this my new family.
Ayah memutuskan untuk mengontrak rumah . Mencari daerah yang dekat dengan tempat aku bersekolah. Sedangkan mama mumutuskan untuk berhenti mengajar. Mama memang memilih dirumah mungkin untuk mengurusiku bersekolah. Dan Mungkin juga untuk lebih dekat denganku. Karena selama hampir 3 tahun aku diasuh oleh kakek nenek dan tetanggaku.
Rumah Kontrakan yang cukup indah buatku. Pagar putih nampak dari depan. Meskipun menurutku rumah itu sedikit sempit dari tempat tinggal nenek dan kakek ,tapi bagiku rumah itu bak sebuah istana. Istana untuk mengawali hidup ini menjadi lebih baik lagi. Awal dari sebuah kisah keluarga yang utuh. Dimana ada Kepala keluarga yang sibuk mencari kerja dan sang pendampingnya disibukkan dengan mengurus rumah. dan sang anak pun menuntut ilmu.
Sungguh senang rasanya memiliki keluarga yang utuh. dan sungguh senang memiliki keluarga baru. this my new family.
Chapter Three
Tepat hari ini tanggal 16 Maret aku berulang tahun yang ke 3 . Masih jelas dalam ingatanku sekarang apakah arti makna ulang tahun yang sebenarnya. karenan memang aku masih tergolong penghuni baru di muka bumi ini. Aku hanya menganggap bahwa momen ulang tahun adalah momen setiap orang untuk mendapatkan hadiah dari semua orang di sekitarnya.
Tapi tidak untukku. Orang tua yang selalu sibuk bekerja dan sang nenek pun hanya memberikan sepotong kue coklat yang sedikit hambar rasanya.Aku mengharapkan ada seseorang yang berada disana memberiku hadiah . Paling tidak doa. untuk kuat jalani hidup ini.
"tidak usah dirayakan yah . Kita buatkan bubur merah aja untuk tasyakuran atas kesehatan yang masih diberikan untukmu sampai saat ini " Ayahku berkata
"iya.." jawabku dengan sedikit kecewa atas hal yang disampaikan
dan ibu hanya meng-iyakan kehendak ayah .
Mungkin aku harus menerima itu sebagai sebuah hadiah.Doa pun sebagai hadiah.
Tapi tidak untukku. Orang tua yang selalu sibuk bekerja dan sang nenek pun hanya memberikan sepotong kue coklat yang sedikit hambar rasanya.Aku mengharapkan ada seseorang yang berada disana memberiku hadiah . Paling tidak doa. untuk kuat jalani hidup ini.
"tidak usah dirayakan yah . Kita buatkan bubur merah aja untuk tasyakuran atas kesehatan yang masih diberikan untukmu sampai saat ini " Ayahku berkata
"iya.." jawabku dengan sedikit kecewa atas hal yang disampaikan
dan ibu hanya meng-iyakan kehendak ayah .
Mungkin aku harus menerima itu sebagai sebuah hadiah.Doa pun sebagai hadiah.
Senin, 16 April 2012
Chapter Two
Hari berganti hari. Dan Menjadi minggu. Minggu pun berlalu. Dan Menjadi bulan. Hingga tepat setahun berjalan setelah bayi tersebut berganti pemilik. Makhluk yang sekarang menjadi makhluk yang sedikit merasakan udara luar.Makhluk kecil ini bisa merasakan bagaimana udara yang sebenarnya.Tak selalu dalam ranjang panti asuhan.
Pasutri yang mengasuh makhluk kecil tersebut menjadi sangat senang karena kehadiran anggota keluarga yang baru. Meskipun hanya bisa menikmati keutuhan itu setiap akhir minggu.Sang suami Hadi , sibuk bekerja disebuah pabrik terkenal di kota itu.Yang hanya mendapatkan libur saat akhir pekan .Sedangkan sang istri Ifa , Menjadi seorang pengajar disebuah sekolah swasta. Dan sebab itulah Mereka hanya bisa menikmati akhir pekan dengan sang bayi.
Setiap harinya sang bayi diasuh oleh Ibu dari Ifa. Setiap pagi memandikan. Memberinya makan,mengganti pokoknya,membuatkan susu,Mengajak jalan jalan. dan itu pun dilakukan sampai sang bayi berusia 3 tahun yang mulai mengerti dunia.
Dunia yang mungkin sampai saat ini belum bisa di mengertinya.Akankah tetap indah seperti cerita sang nenek . Ataukah berjalan yang tak seperti ia impikan.
Chapter One
Saat tertidur pulas , makhluk kecil itu berpindah dari tempat asal dia tidur kepelukan seorang wanita setengah baya . Makhluk kecil yang mungkin tak berdaya mencoba meluapkan emosinya karena merasa seseorang telah mengganggunya tertidur pulas yang hangat dengan selimut yang melilit tubuhnya. Wanita setengah baya itu pun membawanya pergi meninggalkan tempat dimana ia mengambil makhluk kecil itu ke lain ruangan.
Dengan kelembutan hati sang wanita berusaha memenangkan makhluk kecil yang iya gendong.Tampak seorang pasutri gelisah di sebuah ruangan menunggu sang wanita . Pasutri ini sepertinya gelisah karena keputusan mereka untuk mengadopsi makhluk kecil itu.
"Apakah ini keputusan yang baik nantinya ?" Sang suami berbicara
"Tidak tahu.Ini cara seperti yang orang tua kita sarankan bukan ?? Kita ikuti saja kemauan mereka ." sang istri menjawab.
Tiba tiba wanita setengah baya pun sudah berada di dalam ruangan. Dengan menggendong bayi mungil yang berusia 3 bulan untuk di tunjukan kepada pasutri yang akan mengadopsinya.
"Pak,Bu mungkin ini adalah bayi yang tepat untuk bapak dan ibu adopsi "Kata sang wanita setengh baya .
Pasutri pun tampak senang dengan hadirnya makhluk kecil ditengah-tengah mereka.seakan melupakan kekhawatiran akan keputusan mengadopsinya.
"Kalau misalnya bapak ibu sudah yakin untuk mengadopsinya dan yakin untuk bisa merawatnya, saya akan urus surat-suratnya.Bagaimana Pak,Bu..??"
Tanpa berpikir panjang kedua orang pasutri ini meng-anggukkan kepala.Sang Istri langsung berusaha merebut bayi mungil itu dari pelukan sang wanita tua.Sedangkan sang suami berusaha meyakinkan wanita baya untuk segera mengurus surat-suratnya.
Opening Background
aku tidak pernah mengerti mengapa setelah sekian lama aku kembali menulis.
bahkan aku tidak pernah tahu akan apa yang aku tulis nantinya.
mungkin kali ini aku akan menulis tentang semuanya.
tentang semua arti kehidupan yang pernah aku jalani dan mungkin inilah kisahku.
Langganan:
Postingan (Atom)