Kamis, 19 April 2012

Chapter Five

Hari pertama ku mengenakan seragam. Hari pertamaku berjalan kaki bersama mama. Hari pertamaku merasakan jenjang pendidikan pertama. Sangat senang merasakan nya. Berjalan bersama mama membawa bekal air minum berwarna orange yang berisikan Nutrisari rasa jeruk didalamnya.

Serasa ingin meempercepat langkah untuk segera melihat bagaimana sekolah itu.Akankah aku mendapatkan teman disana. Akan kah sikap penakut ku akan hilang ketika bertemu banyak orang. Seakan masih banyak pertanyaan lagi yang berada di otakku ini.Tapi yang past aku akan segera mncapai tujuanku. Bermain bersama teman-temanku.

Alangkah indahnya senangnya bisa bermain ayunan bersama, bermain perosotan bersama.Bermain jungkat jungkit, dan mungkin masih banyak lagi permainan yang akan kulakun.

Namun itu hanyalah sebuah banyangan indah. Harus di lalui untuk mengetahuinya.

Hari pertama penyesuain.Hari kedua Beradaptasi.Hari ke tiga mulai berkenalan.Hari ke emapat meencoba mengakrabkan diri. Hingga sebulan pertama. sebulan kedua hingga berlangsung tiga bulan untuk bisa akrab dengan beberapa teman.


Selasa, 17 April 2012

Chapter Four

Sekarang waktunya untuk pindah. Aku kini menginjak umur 3 setengah tahun. Saatnya untuk bersekolah. Mungkin menurut ayah dan mama aku cukup cerdas untuk di masukan sekolah.Tapi tidak buatku.Aku sungguh iri melihat teman sebayaku masuk ke sekolah.Aku iri , kenapa mereka bermain disekolah tetapi aku hanya bermain bersama kakek dan nenek saja.Melihat sapi. Pergi ke pelabuhan melihat kapal. Karena memang tempat tinggal kakek dan nenek berada di sekitar area pelabuhan.

Ayah memutuskan untuk mengontrak rumah . Mencari daerah yang dekat dengan tempat aku bersekolah. Sedangkan mama mumutuskan untuk berhenti mengajar. Mama memang memilih dirumah mungkin untuk mengurusiku bersekolah. Dan Mungkin juga untuk lebih dekat denganku. Karena selama hampir 3 tahun aku diasuh oleh kakek nenek dan tetanggaku.

Rumah Kontrakan yang cukup indah buatku. Pagar putih nampak dari depan. Meskipun menurutku rumah itu sedikit sempit dari tempat tinggal nenek dan kakek ,tapi bagiku rumah itu bak sebuah istana. Istana untuk mengawali hidup ini menjadi lebih baik lagi. Awal dari sebuah kisah keluarga yang utuh. Dimana ada Kepala keluarga yang sibuk mencari kerja dan sang pendampingnya disibukkan dengan mengurus rumah. dan sang anak pun menuntut ilmu.

Sungguh senang rasanya memiliki keluarga yang utuh. dan sungguh senang memiliki keluarga baru. this my new family.

Chapter Three

Tepat hari ini tanggal 16 Maret aku berulang tahun yang ke 3 . Masih jelas dalam ingatanku sekarang apakah arti makna ulang tahun yang sebenarnya. karenan memang aku masih tergolong penghuni baru di muka bumi ini. Aku hanya menganggap bahwa momen ulang tahun adalah momen setiap orang untuk mendapatkan hadiah dari  semua orang di sekitarnya.

Tapi tidak untukku. Orang tua yang selalu sibuk bekerja dan sang nenek pun hanya memberikan sepotong kue coklat yang sedikit hambar rasanya.Aku mengharapkan ada seseorang yang berada disana memberiku hadiah . Paling tidak doa. untuk kuat jalani hidup ini.

"tidak usah dirayakan yah . Kita buatkan bubur merah aja untuk tasyakuran atas kesehatan yang masih diberikan untukmu sampai saat ini " Ayahku berkata
 "iya.." jawabku dengan sedikit kecewa atas hal yang disampaikan
dan ibu hanya meng-iyakan kehendak ayah .

Mungkin aku harus menerima itu sebagai sebuah hadiah.Doa pun sebagai hadiah.